
Durian Kecamatan Bone menjadi primadona saat musim panen. Desa Taludaa, Kabupaten Bone Bolango ramai dikunjungi warga yang datang memburu durian manis dan lezat.
Setiap musim durian, kawasan Desa Taludaa ramai dipadati pengunjung, baik dari wilayah Kecamatan Bone maupun dari daerah lain. Mereka datang bersama keluarga, teman, dan kerabat untuk berburu durian yang terkenal memiliki rasa manis dan lezat.
Durian asal Kecamatan Bone memiliki keunikan tersendiri. Meski ukuran buahnya relatif kecil dan bentuknya rapi, daging buahnya dikenal tebal, lembut, serta memiliki cita rasa khas yang membuat banyak orang ketagihan.
Tak heran, durian dari Desa Taludaa selalu menjadi buruan masyarakat setiap musim panen berlangsung. Selain dinikmati langsung di lokasi, banyak pengunjung juga membeli untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.
Musim durian juga membawa berkah bagi para petani setempat. Tingginya minat pembeli membuat omzet penjualan durian para petani berkisar Rp5 juta per bulan, bahkan bisa lebih tergantung jumlah pohon dan hasil panen.
![]() |
| Nampak buah durian di jual oleh petani di desa taludaa kecamatan bone (foro : blognateya.com) |
Salah satu petani durian, Irawan Nur, saat ditemui awak media di lokasi perkebunannya mengatakan dirinya memiliki sekitar 10 pohon durian produktif. Setiap pohon rata-rata mampu menghasilkan hingga 100 buah saat panen.
Menurutnya, musim durian biasanya berlangsung antara satu hingga tiga bulan, tergantung kondisi cuaca dan tingkat produksi buah pada setiap pohon.
Warga berharap potensi durian Kecamatan Bone, khususnya di Desa Taludaa, terus mendapat perhatian dan promosi lebih luas agar menjadi komoditas unggulan daerah sekaligus destinasi wisata musiman di Kabupaten Bone Bolango.
Dengan kualitas rasa yang sudah dikenal masyarakat, durian Kecamatan Bone diyakini akan terus menjadi primadona dan daya tarik tersendiri bagi para pecinta durian.

Posting Komentar untuk "Durian Kecamatan Bone Jadi Primadona, Desa Taludaa Ramai Pengunjung"