Reses DPRD Bone Bolango: Bangunan SPPG Waluhu Kecamatan Bone Diapresiasi, Penyerapan Tenaga Kerja Lokal Jadi Sorotan
![]() |
| DPRD Bone Bolango meninjau SPPG Desa Waluhu saat reses 7 Oktober 2026. Bangunan dan IPAL diapresiasi, sementara penyerapan tenaga kerja lokal turut menjadi perhatian. Dokumen : blognateya.com |
Ketua DPRD Bone Bolango, Faisal Yunus, SE, bersama sejumlah anggota DPRD Dapil Bone Pesisir dan di dampingi oleh Kades Waluhu serta Pemerintah Kecamatan Bone melakukan peninjauan terhadap kondisi bangunan dan fasilitas pendukung dapur SPPG.
Anggota DPRD yang turut dalam kegiatan tersebut yakni Suleman Taumbe, Andris Makmur, Rizki Huntoyungo, Zulkarnain Ruchban, Kadir Tangahu, dan Yasin Tagoi.
Dalam kunjungan itu, Faisal Yunus menyampaikan apresiasi terhadap bangunan baru SPPG Desa Waluhu. Menurutnya, kondisi bangunan tersebut telah sesuai dengan standar yang diketahui dan diharapkan.
“Kita mengapresiasi terkait bangunan SPPG yang baru ini, karena memang dari sisi bangunannya sesuai dengan standar yang kita ketahui bersama,” ujar Faisal, sebagaimana diberitakan Gopos.id.
Selain memeriksa bangunan, rombongan DPRD juga mengecek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tersedia di lokasi. Berdasarkan hasil peninjauan yang disampaikan Faisal, fasilitas IPAL di SPPG Desa Waluhu dinilai telah sesuai dengan standar yang diketahui.
Ia juga menyinggung masih adanya dapur SPPG lain yang memiliki fasilitas pengolahan limbah yang belum memenuhi kriteria. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap sarana pendukung agar operasional dapur tidak mengabaikan aspek kebersihan dan pengelolaan lingkungan.
Faisal berharap dapur SPPG di Kecamatan Bone dapat menjalankan fungsinya dengan baik, terutama dalam mendukung distribusi makanan bergizi bagi anak-anak sekolah sebagai penerima manfaat program MBG.
Penyerapan Tenaga Kerja Lokal Jadi Perhatian
Selain kesiapan bangunan dan fasilitas pengolahan limbah, keberadaan SPPG juga berkaitan dengan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat, khususnya melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
Dalam pemberitaan terpisah mengenai SPPG di wilayah Bone Bolango, Faisal Yunus menekankan pentingnya keterlibatan warga lokal dalam operasional dapur. Ia menyatakan dukungan terhadap SPPG yang lebih banyak mempekerjakan masyarakat dari lingkungan sekitar.
“Kalau memang penyerapan tenaga kerjanya lebih didominasi oleh tenaga kerja lokal, itu tentu kita lebih dukung lagi,” kata Faisal dalam pemberitaan Gopos.id mengenai SPPG Desa Mootinelo, Kecamatan Bone Raya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa manfaat program MBG diharapkan tidak hanya dirasakan oleh penerima makanan bergizi, tetapi juga masyarakat yang memperoleh kesempatan kerja.
Meski demikian, informasi mengenai penyerapan tenaga kerja tersebut merujuk pada pemberitaan SPPG Desa Mootinelo, bukan secara khusus pada SPPG Desa Waluhu. Karena itu, jumlah pekerja dan besarnya kontribusi ekonomi dari masing-masing dapur perlu dilihat berdasarkan data setiap lokasi.
Reses sebagai Sarana Pengawasan
Peninjauan fasilitas SPPG menjadi salah satu bentuk perhatian DPRD terhadap pelaksanaan program pemerintah di daerah. Melalui kegiatan reses, para anggota dewan dapat melihat langsung kondisi fasilitas sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang perlu mendapat perhatian.
Dalam pelaksanaan program MBG, ketersediaan bangunan yang memadai, pengelolaan limbah, serta kualitas pelayanan merupakan aspek penting yang perlu dijaga agar kegiatan operasional berjalan sesuai ketentuan.
Di sisi lain, keterlibatan tenaga kerja lokal juga menjadi perhatian agar program pemerintah dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi pelayanan.
Dengan pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan, keberadaan SPPG di Kabupaten Bone Bolango diharapkan mampu mendukung pemenuhan gizi masyarakat sekaligus membuka peluang bagi keterlibatan warga lokal dalam kegiatan ekonomi. (Redaksi/blognateya.com)

Posting Komentar untuk "Reses DPRD Bone Bolango: Bangunan SPPG Waluhu Kecamatan Bone Diapresiasi, Penyerapan Tenaga Kerja Lokal Jadi Sorotan"