Kepala BGN Sudaryono Tegaskan Zero Tolerance Korupsi, Tak Ada Ruang untuk Praktik Hengki Pengki

Kepala BGN Sudaryono menegaskan kebijakan zero tolerance terhadap korupsi dan praktik hengki pengki di Badan Gizi Nasional demi memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan transparan, akuntabel, dan bebas penyimpangan. Gambar ilustrasi dibuat oleh tim desain menggunakan AI

BLOGNATEYA.COM | JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan komitmennya untuk membangun tata kelola lembaga yang bersih dan transparan. Ia memastikan tidak akan memberikan toleransi sedikit pun terhadap praktik korupsi maupun berbagai bentuk penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Komitmen tersebut disampaikan usai dirinya resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN, dilansir dari detikNews.

Sudaryono menyebut Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis pemerintah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Karena itu, seluruh anggaran dan pelaksanaan program harus dikelola secara profesional, akuntabel, serta terbuka agar manfaatnya benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Dalam pernyataannya, Sudaryono menegaskan BGN menerapkan prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk korupsi, praktik "hengki pengki", hingga penyalahgunaan anggaran. Menurutnya, tindakan semacam itu merupakan perilaku yang tidak dapat ditoleransi karena berpotensi merugikan negara dan menghambat keberhasilan program prioritas pemerintah, dilansir dari detikNews.

Ia juga mengajak seluruh jajaran BGN, mitra kerja, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga integritas dalam menjalankan tugas. Sudaryono berharap seluruh pihak dapat mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab demi menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia.

Selain menyoroti pemberantasan korupsi, Sudaryono menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang mengedepankan sistem dibanding kepentingan pribadi. Ia memastikan setiap persoalan di lingkungan BGN akan diselesaikan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku tanpa adanya perlakuan istimewa kepada siapa pun, termasuk kerabat maupun rekan dekatnya, dilansir dari detikNews.

Menurutnya, proses pengambilan keputusan tidak boleh lagi dilakukan melalui pertemuan tertutup yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. Seluruh pembahasan terkait pelaksanaan program harus berlangsung secara transparan sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada publik dan diawasi oleh berbagai pihak.

Sudaryono menilai transparansi merupakan kunci utama untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BGN. Dengan sistem yang terbuka, peluang terjadinya penyimpangan dapat diminimalkan, sementara efektivitas penyaluran manfaat program kepada masyarakat dapat semakin ditingkatkan.

Ia menambahkan bahwa amanah memimpin BGN merupakan tanggung jawab besar mengingat lembaga tersebut mengelola anggaran yang signifikan untuk menjalankan Program Makan Bergizi Gratis. Oleh sebab itu, seluruh kebijakan akan difokuskan pada penguatan tata kelola, pengawasan, serta peningkatan akuntabilitas agar setiap rupiah anggaran benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat.

Melalui komitmen tersebut, Sudaryono berharap BGN dapat menjadi lembaga yang profesional, bersih, dan dipercaya masyarakat, sekaligus memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai tujuan pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. 

Redaksi : Jurnalis Kampung

Posting Komentar untuk "Kepala BGN Sudaryono Tegaskan Zero Tolerance Korupsi, Tak Ada Ruang untuk Praktik Hengki Pengki"